Yodium merupakan salah satu mineral paling awal
yang diketahui penting untuk menjaga kesehatan.
Dosis harian yodium yang disarankan adalah 80 mcg
untuk anak-anak dan 150 mcg untuk orang dewasa.
Dosis ini akan lebih tinggi pada wanita hamil dan
menyusui. Namun hati-hati, kelebihan yodium bisa menyebabkan hidung menjadi
lembab.
Sumber Yodium
Yodium bisa ditemukan dalam air, makanan, dan
garam. Namun yodium sangat jarang ditemukan di pegunungan dan dataran tinggi
seperti hal wilayah kabupaten Kuningan, dimana komoditas hasil bumi terutama
sayuran jarang mengandung unsur yodium sehingga diperlukan asupan unsur yodium
melalui jenis makanan yang kita harus makan seperti Rumput laut dan kerang sangat kaya
yodium atau sumber terbaik lain yodium adalah ikan laut, garam beryodium, dan
sayuran hijau seperti bayam.
Yang paling mudah dan setiap hari digunakan
adalah yang berasal dari garam, dengan catatan garam yang setiap hari kita
makan jelas-jelas garam yang mengandung unsur yodium, bukan hanya sekedar
garam, ternyata masih banyak masyarakat terlupakan akan kandungan yodium dalam
garam... sementara berpikiran ketika dibutuhkan untuk penyedap masakan harus
ada unsur garam tanpa memperhatikan apakah garam yang digunakan mengandung
yodium.
Masih ada masyarakat yang menggunakan garam curah
(garam kasar) yang jelas-jelas tidak mengandung yodium (kebanyakan garan jenis
ini dipakai untuk campuran makanan ternak), atau menggunakan garam warung yang
memang ada beberapa produksi garam tidak beryodium.. cara yang tepat ketika
membeli produk garam adalah dengan melihat pada kemasannya (label) apakah ada
label atau kode SNI atau tidak, karena persentase kebenaran kode SNI pada garam
merupakan salah satu jaminan bahwa produk garam tersebut mengandung Yodium.
Sementara kita lupa manfaat yodium sebenarnya dan
menganganggap sepele akibat yang ditimbulkan karena kekurangan yodium..
kebanyakan orang berasumsi yodium identik dengan penyakit gondok padahal
kekurangan yodium akan menimbulkan beberapa akibat yang sungguh menyeramkan.
Berdasarkan hasil penelitian penggunaan garam
beryodium , dimana siswa sekolah dasar kelas 4 dan 5 ketika (sampel sebanyak 26
siswa tiap-tiap sekolah) diwajibkan membawa garam yang sehari-hari dipakai
dirumah ternyata dari 338 sample ternyata terdapat 64 sampel garam tidak
beryodium (sumber UPTD Puskesmas Pancalang). 63 memang jenis garam yang
digunakan tidak mengandung yodium (2 merek dagang dan jenis garam krosok), dan
satu kasus akibat perlakukan garam tsb (cara penyimpanan dsb) dimana akbat
perlakuan yang salah garam yang tadinya beryodium hilang kandungan yodiumnya.
Dengan melihat kondisi tersebut diatas maka peran
pemerintah dan instansi terkait agar lebih sering melakukan sosialisasi pada
masyarakat merek-merek garam apa saja
yang memang tidak mengandung yodium.
Sumber lain yodium termasuk susu, daging, dan sereal.
Sekitar 90% dari asupan yodium diperoleh dari makanan yang dikonsumsi, dan
sisanya dari air.
Garam biasa yang diperkaya dengan natrium atau
kalium iodat tersedia bebas di pasaran dan dilabeli sebagai garam beryodium.
Fungsi Yodium
Metabolisme yodium dikendalikan oleh tiroid.
Yodium sangat penting bagi tubuh.
Jumlah total
yodium dalam tubuh adalah 25 mg, dan setengah dari jumlah itu berada dalam
tiroid sebagai thyroglobulin, sebuah kompleks protein dan yodium.
Yodium juga hadir dalam darah dalam bentuk yodium anorganik dengan konsentrasi
bervariasi antara 0,5-1,0 mcg per 100 ml.
Tiroksin, hormon yang dihasilkan tiroid,
berfungsi mengontrol metabolisme dasar dan konsumsi oksigen jaringan tubuh.
Yodium juga mengatur pemanfaatan gula, tingkat
produksi energi, dan
berfungsi mengontrol pertumbuhan tubuh yang optimal.
Yodium bisa mengurangi ketegangan, menenangkan
pikiran, dan menjaga kulit, rambut, gigi, dan kuku agar tetap sehat.
Yodium membantu dalam sintesis kimia kolesterol. Kelebihan lemak dalam
tubuh juga akan dibakar oleh yodium.
Kekurangan Yodium
Bila jumlah hormon tiroid dalam serum menurun,
kelenjar pituitari akan melepaskan thyroid-stimulating hormone (TSH) yang merangsang kelenjar tiroid untuk
memproduksi lebih banyak tiroksin
Hal ini menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid
yang dikenal sebagai struma sederhana, yang disertai pembengkakan kaki atau
jari kaki, pembesaran kelenjar, lapar yang berlebihan, sakit neuralgis di
jantung, dll.
Tanda kekurangan yodium yang lain akan meliputi
refleks melambat, tuli, dan susah konsentrasi. Kekurangan yodium akan
mempengaruhi fisik dan mental,
obesitas, dan pengerasan pembuluh darah.
Kurangnya diet yodium bisa pula memicu anemia,
kelelahan, kehilangan minat pada seks, denyut jantung melambat, tekanan darah
rendah, dan peningkatan trigliserida atau kolesterol yang bisa menyebabkan
penyakit jantung.
Anak-anak yang kekurangan yodium akan mengalami
hambatan pertumbuhan (kerdil), dan mengalami keterbelakangan kecerdasan, mari
jagalah putra-putri kita dari akibat yang mungkin terjadi, mereka adalah
penerus cita-cita keluarga dan bangsa. Akan sangat berdosa ketika baik disadari
maupun tidak disadari ternyata efek yang dialami oleh putra-putri kita (salah
satunya kekurangan yodium) akibat kelalaian kita selaku orang tua.
Untuk diingat
Ternyata ada beberapa jenis sayuran tertentu seperti kubis, kembang kol dan lobak
mengandung glukosinolat (thiogluosides) yang merupakan goitrogens potensial,
apabila dikonsumsi terlalu banyak malah justru akan mengurangi ketersediaan yodium dalam
tubuh dan dapat mengakibatkan penyakit gondok, apalagi ditambah kita lalai
dalam memenuhi kebutuhan yodium sehari-hari
INGAT ANAK ADALAH KARUNIA DAN SEKALIGUS TITIPAN,
MAKA JAGA DAN LINDUNGILAH MEREKA UNTUK MENGGAPAI HARI DEPAN DENGAN PENUH
KESEMPURNAAN.
No comments:
Post a Comment