Disini... Di Desa. Kita Hidup, Berharap dan Mengabdi

Friday, 18 April 2014

IBU HAMIL, BAYI, BALITA DAN GARAM BERYODIUM



Yodium merupakan salah satu mineral paling awal yang diketahui penting untuk menjaga kesehatan.
Dosis harian yodium yang disarankan adalah 80 mcg untuk anak-anak dan 150 mcg untuk orang dewasa.
Dosis ini akan lebih tinggi pada wanita hamil dan menyusui. Namun hati-hati, kelebihan yodium bisa menyebabkan hidung menjadi lembab.

Sumber Yodium

Yodium bisa ditemukan dalam air, makanan, dan garam. Namun yodium sangat jarang ditemukan di pegunungan dan dataran tinggi seperti hal wilayah kabupaten Kuningan, dimana komoditas hasil bumi terutama sayuran jarang mengandung unsur yodium sehingga diperlukan asupan unsur yodium melalui jenis makanan yang kita harus makan  seperti Rumput laut dan kerang sangat kaya yodium atau sumber terbaik lain yodium adalah ikan laut, garam beryodium, dan sayuran hijau seperti bayam.
Yang paling mudah dan setiap hari digunakan adalah yang berasal dari garam, dengan catatan garam yang setiap hari kita makan jelas-jelas garam yang mengandung unsur yodium, bukan hanya sekedar garam, ternyata masih banyak masyarakat terlupakan akan kandungan yodium dalam garam... sementara berpikiran ketika dibutuhkan untuk penyedap masakan harus ada unsur garam tanpa memperhatikan apakah garam yang digunakan mengandung yodium.

Masih ada masyarakat yang menggunakan garam curah (garam kasar) yang jelas-jelas tidak mengandung yodium (kebanyakan garan jenis ini dipakai untuk campuran makanan ternak), atau menggunakan garam warung yang memang ada beberapa produksi garam tidak beryodium.. cara yang tepat ketika membeli produk garam adalah dengan melihat pada kemasannya (label) apakah ada label atau kode SNI atau tidak, karena persentase kebenaran kode SNI pada garam merupakan salah satu jaminan bahwa produk garam tersebut mengandung Yodium.

Sementara kita lupa manfaat yodium sebenarnya dan menganganggap sepele akibat yang ditimbulkan karena kekurangan yodium.. kebanyakan orang berasumsi yodium identik dengan penyakit gondok padahal kekurangan yodium akan menimbulkan beberapa akibat yang sungguh menyeramkan.

Berdasarkan hasil penelitian penggunaan garam beryodium , dimana siswa sekolah dasar kelas 4 dan 5 ketika (sampel sebanyak 26 siswa tiap-tiap sekolah) diwajibkan membawa garam yang sehari-hari dipakai dirumah ternyata dari 338 sample ternyata terdapat 64 sampel garam tidak beryodium (sumber UPTD Puskesmas Pancalang). 63 memang jenis garam yang digunakan tidak mengandung yodium (2 merek dagang dan jenis garam krosok), dan satu kasus akibat perlakukan garam tsb (cara penyimpanan dsb) dimana akbat perlakuan yang salah garam yang tadinya beryodium hilang kandungan yodiumnya.
Dengan melihat kondisi tersebut diatas maka peran pemerintah dan instansi terkait agar lebih sering melakukan sosialisasi pada masyarakat merek-merek garam apa  saja yang memang tidak mengandung yodium.

Sumber lain yodium termasuk susu, daging, dan sereal. Sekitar 90% dari asupan yodium diperoleh dari makanan yang dikonsumsi, dan sisanya dari air.
Garam biasa yang diperkaya dengan natrium atau kalium iodat tersedia bebas di pasaran dan dilabeli sebagai garam beryodium.

Fungsi Yodium

Metabolisme yodium dikendalikan oleh tiroid. Yodium sangat penting bagi tubuh.
Jumlah total yodium dalam tubuh adalah 25 mg, dan setengah dari jumlah itu berada dalam tiroid sebagai thyroglobulin, sebuah kompleks protein dan yodium.

Yodium juga hadir dalam darah dalam bentuk yodium anorganik dengan konsentrasi bervariasi antara 0,5-1,0 mcg per 100 ml.

Tiroksin, hormon yang dihasilkan tiroid, berfungsi mengontrol metabolisme dasar dan konsumsi oksigen jaringan tubuh.

Yodium juga mengatur pemanfaatan gula, tingkat produksi energi, dan berfungsi mengontrol pertumbuhan tubuh yang optimal.
Yodium bisa mengurangi ketegangan, menenangkan pikiran, dan menjaga kulit, rambut, gigi, dan kuku agar tetap sehat.
Yodium membantu dalam sintesis kimia kolesterol. Kelebihan lemak dalam tubuh juga akan dibakar oleh yodium.

Kekurangan Yodium

Bila jumlah hormon tiroid dalam serum menurun, kelenjar pituitari akan melepaskan thyroid-stimulating hormone (TSH) yang merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi lebih banyak tiroksin
Hal ini menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid yang dikenal sebagai struma sederhana, yang disertai pembengkakan kaki atau jari kaki, pembesaran kelenjar, lapar yang berlebihan, sakit neuralgis di jantung, dll.

Tanda kekurangan yodium yang lain akan meliputi refleks melambat, tuli, dan susah konsentrasi. Kekurangan yodium akan mempengaruhi fisik dan mental, obesitas, dan pengerasan pembuluh darah.
Kurangnya diet yodium bisa pula memicu anemia, kelelahan, kehilangan minat pada seks, denyut jantung melambat, tekanan darah rendah, dan peningkatan trigliserida atau kolesterol yang bisa menyebabkan penyakit jantung.

Anak-anak yang kekurangan yodium akan mengalami hambatan pertumbuhan (kerdil), dan mengalami keterbelakangan kecerdasan, mari jagalah putra-putri kita dari akibat yang mungkin terjadi, mereka adalah penerus cita-cita keluarga dan bangsa. Akan sangat berdosa ketika baik disadari maupun tidak disadari ternyata efek yang dialami oleh putra-putri kita (salah satunya kekurangan yodium) akibat kelalaian kita selaku orang tua.

Untuk diingat

Ternyata ada beberapa jenis sayuran  tertentu seperti kubis, kembang kol dan lobak mengandung glukosinolat (thiogluosides) yang merupakan goitrogens potensial, apabila dikonsumsi terlalu banyak malah justru  akan mengurangi ketersediaan yodium dalam tubuh dan dapat mengakibatkan penyakit gondok, apalagi ditambah kita lalai dalam memenuhi kebutuhan yodium sehari-hari

INGAT ANAK ADALAH KARUNIA DAN SEKALIGUS TITIPAN, MAKA JAGA DAN LINDUNGILAH MEREKA UNTUK MENGGAPAI HARI DEPAN DENGAN PENUH KESEMPURNAAN.

No comments:

Post a Comment

Blog Archive